Sabtu, 01 Februari 2014

Kanker ovarium kini bisa dideteksi lewat tes darah

Berbagai kemudahan untuk mendeteksi penyakit mematikan terus
dikembangkan peneliti. Salah satunya adalah kanker ovarium dengan
menggunakan kombinasi tes darah sederhana dan ultrasonik.
Sebagaimana dilansir dari The Examiner, kanker ovarium bisa dibi
lang sebagai pembunuh diam-diam para wanita di seluruh dunia.
Sebab gejala dari penyakit tersebut sangat samar dan ketika sudah
diketahui, biasanya kanker sudah menyebar dan sulit disembuhkan.
Bukan cuma itu, tidak seperti kanker payudara, prostat, dan usus
besar, kanker ovarium tidak memiliki tes rutin yang perlu dijalani
untuk mendeteksi gejala positifnya. Kebanyakan tes kanker ova
rium juga bisa dijalani oleh dokter saja dan sering terjadi kesalahan
deteksi.
Namun adanya penelitian ini dianggap sebagai titik harapan bagi para
wanita yang memiliki risiko kanker ovarium.
"Cara mendeteksi kanker ovarium dilakukan dengan cara mengambil
sampel darah dan memeriksa protein bernama CA-125 yang dihasil
kan sel kanker. Kemudian tes ultrasonik membantu dokter untuk me
mantau ovarium pasien," terang peneliti Dr Karen Lu dari M.D. Ander
son Cancer Center.
Meskipun demikian, tes tersebut belum bisa dilakukan di rumah sakit.
Sebab peneliti masih melakukan uji klinis demi memastikan bahwa
tes benar-benar ampuh mendeteksi adanya kanker ovarium pada wa
nita.
Hasil penelitian kemudian dilaporkan dalam jurnal Cancer.

Senin, 16 September 2013

7 Cara Mencegah Kanker Mulut Rahim

Ada beberapa cara mencegah kanker mulut rahim atau kanker serviks : 

1. Melakukan pemeriksaan terbaik.


2. Memakan serealia sarapan yang difortifikasi atau yang berbentuk suplemen.

3. Menyantap sayuran pembasmi HPV. Perempuan yang berdiet dengan kadar sayuran yang tinggi berisiko 50 persen lebih rendah menderita infeksi HPV yang berlangsung lama, yang juga berarti berkemungkinan lebih kecil mengembangkan kanker serviks. Sebaiknya makanlah semua jenis buah dan sayuran warna pelangi untuk mendapatkan perlindungan terbaik.

4. Tidak merokok. Kendati kebanyakan infeksi HPV lenyap dengan sendirinya tanpa diobati, hal ini jarang terjadi pada perempuan yang merokok. Penyebabnya adalah asap rokok melemahkan pertahanan tubuh. Infeksi HPV berlangsung lebih lama pada perempuan yang merokok dibanding yang tidak, dan ini meningkatkan risiko kanker serviks.
5. Pelumas organ intim. Dengan menggunakan pelumas organ intim yang dibuat dari karagenan, senyawa pengental yang berasal dari rumput laut, bertahannya HPV dalam sel-sel sehat akan dapat dicegah.
6. Memakan brokoli dan kerabatnya. Menyantap senyawa tumbuhan di dalam brokoli, kembang kol, dan lain-lain dapat membantu sel-sel yang terinfeksi HPV menghancurkan diri sendiri. Cara ini sangat alamiah untuk menghilangkan sel-sel yang tidak sehat sehingga dapat meminimalkan risiko terkena kanker serviks.
7. Menggunakan vaksin HPV. Saat ini tersedia vaksin untuk strain HPV yang paling baik, dan bisa membantu mencegah kanker serviks.